Browse Category by Kesehatan suami istri
Hubungan seksual suami istri, Kesehatan suami istri

Merawat Miss V Seperti Merawat Masa Depan Anda

Merawat Miss V Seperti bagian tubuh organ intim juga perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya, Terlebih organ intim perempuan.

Letaknya yang tersembunyi tak berarti terabaikan oleh perhatian anda.

Daerah V jangan sampai disinggahi kuman dan menjadi pintu masuk bibit penyakit.

Merawat Miss V

Kebanyakan orang sudah paham bahwa usus manusia begitu banyak bakteri. Bukan hanya bakteri jahat, tetapi juga bakteri baik. Keseimbangan menjadi baik bila bakteri baik yang mendominasi lingkungan tersebut. Hal serupa juga terdapat pada organ perempuan.

Keseimbangan daerah vagina harus tetap dijaga agar kuman jahat tidak bisa mengalahkan bakteri baik pada organ kewanitaan, lalu merangsek masuk dan membuat masalah ringan hingga berat. Tentu hal ini tidak diinginkan oleh kaum perempuan.

Oleh karena itu hal yang harus diperhatikan meliputi pemakaian celana dalam yang tidak tepat, komposisi tekstur bahan mengandung non-katun atau tidak lembut, ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan bakteri.

Iklim pun mempengaruhi. Hawa lembab dapat menimbulkan gangguan keseimbangan keasaman atau pH alami daerah kewanitaan. Kondisi ini pula yang membuat seorang perempuan rentan mengalami infeksi jamur dan bakteri yang menyebabkan keputihan, gatal, maupun iritasi.

Disamping itu ada beberapa cara yang harus anda perhatiakan. Yaitu pada saat pemilihan sabun. Sabun harus terbuat dari bahan-bahan alami, mempunyai daya antiseptik terhadap Candida albicans, mencegah keputihan fisiologis, mencegah rasa gatal, mencegah timbulnya bau tidak enak pada vagina, mencegah rasa tidak nyaman pada daerah kewanitaan , serta tidak menimbulkan efek samping.

Yang tak kalah penting, kebersihan dasar yang baik, cukup tidur, nutrisi yang baik, serta asupan cairan yang tepat juga baik untuk kesehatan vagina, seperti halnya kesehatan anda keseluruhan.

Juga lakukan pijat seperti yoga, meditasi, serta kelola stres dengan baik. Percayalah, dengan memperhatikan syarat-syarat tersebut, kaum perempuan akan merasakan dampak yang berarti bagi kesehatan vaginanya.

Derajat keasaman vagina menurut Dr Boy Abidin, SpOG kira-kira 7,1 sampai 7,3. Untuk menjaga stabilitas kesehatan vagina, perempuan sebaiknya memahami beberapa hal berikut:

Merawat Miss V

Sesering mungkin mengganti pembalut.

Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. Tentu tidak dengan sabun biasa, melainkan gunakan sabun pembersih khusus vagina.

Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.

Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner sebaiknya selama 2-3 jam saja.

Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.

Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.

Jaga berat badan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.

Baca Juga:

Hubungan Seksual Dengan Metode Terindah

Hubungan Seksual Dengan Metode Terindah

Posisi Kamasutra Yang Pertama Ditemukan

Posisi Kamasutra Yang Pertama Ditemukan

Merawat Miss V juga dengan Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang.

Hubungan seksual suami istri, Kesehatan suami istri

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang, Temukan Jawabannya dari Artikel yang Ditulis oleh kami diambil dari tanya jawab Pasien dan Dokter.

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang

Tanya Jawab mengenai Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang

Dear Dokter…

Saya perempuan berumur 22 thn dan sudah menikah selama 1 tahun. Waktu kami masih bertunangan, saya pernah dikuret kemudian memakai alat kontrasepsi spiral selama 1 tahun. Sekarang saya sudah tidak lagi pakai spiral karena sering infeksi dan menyebabkan keputihan. Sampai sekarang ini saya sering keputihan, pernah kondisinya sampai berbau tak sedap. Kata dokter kandungan itu karena infeksi. Setelah berobat dan sembuh, kenapa keputihan itu muncul meski tidak sampai berbau, sedikit dan tidak gatal.

Saya sudah mencoba berbagai macam obat, tetapi kok tidak kunjung sembuh. Pertanyaannya, kenapa saya sering keputihan, meski tidak berbau busuk — persis bau bawang merah– tidak gatal, banyak dan berwarna kuning? Sudah hampir 2 tahun ini, saya terus keputihan, hingga rasanya capek karena harus bolak balik ke dokter. Dengan kondisi ini, apakah saya masih bisa punya anak?Keluhan lainnya adalah rahim sebelah kiri saya sering sakit, hingga terasa pegal sampai kaki, ada apa ya dok? Saya harus bagaimana, apakah dengan pemeriksaan dalam melalui pap smear segala sesuatu dapat diketahui dengan jelas atau tetap membutuhkan tes laboratorium?
Tanjung Priuk, Jakut

Jawab:

Keputihan merupakan hal yang alami (bukan penyakit), biasanya tidak berwarna, tidak gatal dan tidak bau, khususnya terjadi pada perempuan yang dalam keadaan subur (pertengahan siklus haid), wanita terangsang dan sedang hamil. Namun, keputihan patologis yang disebabkan oleh penyakit terjadi karena kelainan organ reproduksi (myoma dan erosi) atau infeksi (penyakit kelamin dan jamur), alergi dan adanya benda asing (spiral). Coba konsultasikan masalah ini ke dokter kandungan, karena yang ibu alami merupakan keputihan penyakit dan harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika keputihan sudah sembuh, masih mungkin punya anak. Penyakit ibu kemungkinan ada infeksi di saluran telur (adnexitis).

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang

Dokter yang terhormat…,

Dok, akhir-akhir ini daerah bibir vagina saya terasa gatal. Bila digaruk akan semakin gatal dan pedih. Bahkan, setelah itu ada cairan yang menyebabkan permukaan menjadi gatal. Vagina saya tampak kemerahan dan ada bintil-bintil samar (seperti biduran). Apakah itu memang biduran? Kondisi ini terjadi setelah bulan lalu saya mengalami biduran di seluruh tubuh saya. Meski sembuh setelah diobati, kok vagina saya tetap saja gatal? Saya pernah dengar tentang produk vagina douche untuk membersihkan vagina dari seorang pramuniaga di departemen store. Apakah produk semacam itu bisa dipergunakan untuk penyakit saya ini dok? Dalam kondisi seperti apa seorang perempuan boleh menggunakan produk vagina douche? Apa saja dampak negatif dari produk tersebut ?
nn, Jakarta Selatan

Jawab:

Gatal-gatal pada vagina dapat menimbulkan keputihan dan penyebabnya bisa karena infeksi, ataupun karena alergi. Adanya bintil-bintil kemerahan menandakan bahwa kulit vagina anda mengalami alergi dan infeksi. Biasanya paling sering di Indonesia adalah infeksi oleh jamur. Biduran seluruh tubuh yang terjadi pada diri anda, biasanya disebabkan oleh reaksi alergi pada tubuh (misalnya makan udang, keracunan makanan dan lain-lain), akibatnya vagina pun terkena dampaknya, namun karena darah vagina sangat sensitif ditambah dengan adanya infeksi jamur maka gatal vagina menjadi berkepanjangan.

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang:

Penggunaan vaginal douche sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, karena antiseptik yang terkandung dalam larutan untuk vaginal douche dapat membunuh mikroorgasme yang baik (yang dibutuhkan oleh tubuh) untuk menjaga keasaman vagina. Jika tidak ada indikasi, sebaiknya tidak dilakukan vaginal douche. Jika tetap dilakukan, dapat mengakibatkan vagina semakin kering dan semakin mudah terkena infeksi.

Merawat Miss V Seperti Merawat Masa Depan Anda

 Baca Juga: Merawat Miss V Seperti Merawat Masa Depan Anda

Hubungan seksual suami istri, Kesehatan suami istri

Penyebab Istri Tegang Saat Melakukan Seks

Penyebab Istri Tegang Saat Melakukan Seks

Setiap berhubungan seks, Sang istri ada rasa ketakutan yg berlebih.

Walaupun sudah berkomunikasi menghilangkan pikiran yg mengganggu setiap kali berhubungan seks.

Otot-ototnya tegang (tidak bisa santai) sehingga sulit sekali kami berdua menikmati hubungan seks.

Penyebab Istri Tegang Saat Melakukan Seks

Banyak faktor yang menyebabkan istri tegang saat melakukan hubungan seksual, tapi dapat kami rangkum ke dalam beberapa faktor besar masalah yang sering ditemukan pada saat berhubungan seks :

Penyebab Istri Tegang Saat Melakukan Seks

Pada saat penetrasi kurangnya cairan lubrikan / caran pelumas dari vagina istri, sehingga menimbulkan rasa sakit dan lecet pada daerah vagina.

Jika ini dirasakan istri sejak awal pertama kali menikah dan terus berkelanjutan menimbulkan efek psikologis/ sindrom dan ketegangan pada istri anda pada batin bawah sadarnya.

Saat terangsang, kelenjar-kelenjar pada vagina akan mengeluarkan cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan penetrasi.

Normalnya cairan ini tidak berwarna (bening), sedikit kental dan tidak berbau. Apakah selama ini istri Anda sudah merasa cukup mendapatkan stimulasi sebelum Anda melakukan penetrasi?

Jadi pastikan sebelum anda lakukan penetrasi, berikan rangsangan / laukan foreplay pada istri anda agar benar-benar terangsang dengan ditandai keluarnya cairan pelumas pada vagina-nya.

Jika istri anda susah terangsang dan minimnya cairan pelumas pada vaginanya, Anda dapat juga memberikan cairan gel pelican khusus vagina yang bisa anda dapatkan pada apotek2x besar, ..

Atau Apakah istri Anda pernah mengeluhkan keputihan yang abnormal seperti berbau, banyak, dan terasa panas di dalam vaginanya ? Keputihan juga bisa menimbulkan rasa sakit dan kurang nyamannya istri saat berhubungan seks.

Trauma seks di masa lampau yang menimbulkan ketakutan yang berlebihan saat berhubungan seks.

Anda harus benar –benar berkomunikasi dua arah untuk menguraikan satu persatu masalah apa yang menyebabkan istri anda merasa ketakutan / ketegangan tersebut.

Kekeringan pada vagina dapat disiasati dengan memberikan istri Anda cukup rangsangan seksual (foreplay) sebelum melakukan penetrasi.

Sedangkan rasa takut atau kekhawatiran dapat membuat vagina menjadi kaku dan kering sehingga mudah terbentuk luka.

Dengan tidak melakukan secara terburu-buru, istri Anda akan memiliki waktu dan kenyamanan yang membuatnya merasa rileks sehingga vagina tidak akan terasa tegang atau kaku saat penetrasi.

Demikian informasi Penyebab Istri Tegang Saat Melakukan Seks

Baca Juga: Miss v Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual

Miss v Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual

Hubungan seksual suami istri, Kesehatan suami istri

Miss v Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual

Miss v Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual, Temukan Jawabannya lewat Artikel kami, dijamin Anda Pasti merasakan perbedaan yang begitu besar.

Miss-V Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual

Sakit nyeri itu timbul pada saat pasangan melakukan penetrasi ke dalam vagina Anda.

Rasa itu terkadang teramat sakit pada vagina anda, sehingga hubungan seks yang seharusnya bisa Anda nikmati, justru mengganggu.

Alih-alih tersenyum puas pun hati menggembung isyarat bahagia, justru ketakutan untuk kembali bercinta dengan pasangan menyelimuti pikiran.

Miss v Sakit Saat Melakukan Hubungan Seksual

Beberapa perempuan pernah mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit nyeri ini saat melakukan hubungan intim. Rasa sakit ketika berhubungan intim pada wanita dalam istilah kedokteran dikenal dengan dispareunia.

Rasa sakit / nyeri ini bisa di bagian luar dari vagina, di bagian dalam vagina, atau bisa pula jauh di dalam daerah perut ataupun panggul.

Rasa sakit ini timbul bisa saja pada saat berhubungan, saat di pertengahan, ketika orgasme, ataupun ketika selesai berhubungan.

Penyebab dari dispareunia bisa disebabkan banyak faktor, misalkan secara fisik.

Dispereunia yang disebabkan oleh faktor fisik kecenderungannya akibat infeksi dari penyakit kelamin, seperti herpes ataupun penyakit lain yang menyerang vagina, leher rahim, ataupun tuba falopi.

Hal lainnya kemungkinan terjadi jika anda sedang menjalani pengobatan atau peradiasian untuk menyembuhkan suatu penyakit, bisa juga mengakibatkan nyeri pada waktu berhubungan badan.

Setelah beberapa waktu anda melahirkan karena dilakukan penyayatan pada mulut bibir kemaluan untuk mempermudah kehaliran, bisa menyebabkan dispareunia.

Nyeri atau sakit saat bersenggama ( saat penetrasi ) bisa juga karena anda menderita endometriosis. Yaitu adanya suatu jaringan endometrium di luar rahim, misalnya disaluran telur, indung telur, diantara dinding belakang rahim dan anus. Kerena robeknya selaput dara atau selaput dara tipis, bisa juga mengakibatkan nyeri saat berhubungan.

Selain itu, jika terjadi luka disaluran kencing. Lalu karena reaksi alergi pada diaprama, kondom, ataupun tidak terlalu bagus pelumas pada kondom dan juga bisa dikarenakan faktor menopause.

Penurunan kadar esktrogen yang mempengaruhi jumlah cairan di vagina.

Sementara faktor lainnya ialah Psikis. Faktor ini lebih banyak disebabkan oleh trauma yang dialami sehingga membekas dalam ingatan, seperti misalnya kasus pemerkosaan.

Selain itu juga karena adanya rasa takut hamil, karena memang belum mengharapkan anak dalam keluarga. Faktor pemanasan (foreplay) yang kurang lama dan maksimal juga dapat menyebabkan despareunia.

Pemilihan posisi pada waktu bercinta juga banyak pengaruhnya.

Baca Juga: Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang

Mengapa Terjadi Keputihan Yang Berulang-ulang